Posts Tagged ‘April’
Good or Bad, I Need All of You… :)
Ketika orang bertanya, apa sebenarnya kenikmatan membawakan acara ProResensi, jawaban saya pasti banyak.
Pertama, saya suka membaca, jadi tentu saja saya menikmati bacaan-bacaan saya yang beragam di ProResensi setiap minggunya.
Kedua, saya menikmati waktu-waktu untuk mempelajari banyak hal baru, dari buku-buku yang saya baca (plus kadang-kadang musik baru yang saya dengar).
Ketiga, tentu saja saya memiliki banyak teman baru (plus teman lama yang memiliki informasi baru) yang dari mereka, saya bisa mendapatkan banyak cerita dan informasi.
Keempat, saya jadi punya kesempatan untuk me-recharge isi kepala saya dengan semangat dan ide-ide baru.
Masih banyak lagi sih, kenikmatan yang saya miliki dan pastinya anda akan bosan membacanya bila saya sebutkan satu persatu. Jadi bicara soal kenikmatan, saya putuskan berhenti sampai disini.
Tetapi diantara semua kenikmatan yang ada itu, apakah ada hal yang tidak menyenangkan? Hmm, yang ini lebih sulit untuk menjawabnya. Tidak menyenangkan mungkin tidak, tetapi sedikit terasa tidak nyaman mungkin iya. Hanya sedikit saja kok, tidak sebanyak kenyamanannya.
Salah satu hal yang sedikit tidak menyenangkan adalah apabila ada nara sumber yang bertanya kepada saya apakah ada honor yang dia bisa dapatkan karena sudah datang ke studio dan ikutan siaran ProResensi. Haduh, harus jawab apa ya saya? he he he… saya jadi nggak enak… Takut salah dimengerti plus takut bikin tersinggung. He he ada saran juga kah bagaimana cara menjawab yang terbaik bila ada pertanyaan ini?
Tetapi begini kira-kira jawaban saya. Untuk siapapun yang kebetulan membaca catatan saya ini, semoga saja maklum dan berkenan akan jawaban saya. Kami tidak memiliki tradisi untuk memberi honor kepada nara sumber, karena radio ini termasuk radio publik, jadi memberikan atau berbagi informasi adalah bagian dari partisipasi kita semua. Kami memberikan ruang kepada semua nara sumber untuk bisa menyampaikan pendapatnya, agar pendapatnya atau juga aspirasinya bisa didengar oleh khalayak pendengar kami, jadi menurut hemat kami, kami menyediakan ruang untuk berbagi aspirasi, kami tawarkan untuk dipergunakan, bila bersedia. Bila tidak pun, kami pasti tidak akan memaksa. Pfffhh… begitulah kira-kira teman-teman.
Satu hal lagi yang terkadang membuat saya dan tim agak kesulitan untuk membuatnya menjadi enak bagi semua pihak adalah apabila nara sumber datang terlambat dari jadwal yang sudah disepakati. Seperti teman-teman atau pendengar ProResensi tahu, di acara ProResensi setiap jamnya sudah ada nara sumber terjadwal yang dipersiapkan dari jauh-jauh hari dengan jadwal yang cukup padat atau ketat. Jadi, apabila ada nara sumber yang terlambat, kemudian minta jadwalnya dimundurkan atau dipanjangkan ke jam berikutnya, dengan berat hati jawabannya adalah tidak mungkin. Kalau mundur satu, pasti akan berakibat ke jadwal tamu berikutnya. Sedangkan jam siarnya hanya sampai jam 6 sore. Huhu, saya pernah menerima dampratan dari nara sumber gara-gara tak bersedia memperpanjang jadwal dia karena katanya terlambat akibat yang tak terduga. Yah, gimana dong, saya tak bisa banyak menolong untuk hal ini.
Ok, mari kita lupakan gambaran peristiwa-peristiwa tak nyaman itu dan saya akan mengajak anda mengingat buku-buku apa saja yang menyenangkan buat saya sepanjang bulan April 2010.
Ada beberapa novel yang saya suka isinya, Bulan Lebam di Tepian Toba milik Sihar Ramses Simatupang, Entrok-nya mbak Okky Madasari dan The Infamous-nya Silvia Arnie termasuk diantaranya.
Saya juga sangat suka dengan gaya mas Rio Haminoto yang menuliskan cerita Catatan si Boy dengan style anak 80-an yang pas itu. Kereeeennnn….!!!
Bulan ini akhirnya kesampaian juga ngobrol sama Yoris yang selalu kreatif itu sambil membuka buku barunya dia Oh My Goodness, buku pintar seorang Creative Junkies. Dari hasil ngobrol bareng Yoris, saya juga mendapatkan tambahan semangat dan ide baru untuk bisa melakukan banyak hal.
Mas Heru Susetyo dengan ceritanya tentang berbagai pengalaman melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia dengan gaya yang berbeda (seperti yang ditulisnya dalam The Journal of a Muslim Traveler) membuat saya juga jadi ingin membuat rencana perjalanan saya sendiri dengan gaya yang tak biasa.
Mas Ekky Imanjaya juga. Kalau dulu pernah menjadi teman ngobrol yang asik untuk materi diskusi tentang Film Iran, kali ini mas Ekky membuka wawasan saya dan pendengar ProResensi dengan diskusi soal buku Jus Musiknya, yang memaparkan hubungan musik dan umat muslim. Mantab kan?
Buku-buku lainnya juga memberikan informasi dan pengalaman membaca yang berbeda, walaupun saya tak bisa sebutkan satu persatu.
yeah, semua obrolan di ProResensi selalu membuat saya punya banyak keinginan baru. Ingin jalan-jalan, ingin bisa jadi orang yang selalu kreatif, ingin bisa main musik, ingin bisa menulis buku juga, he he he. Jadi, adakah keinginan terpendam anda yang kemudian muncul gara-gara mendengarkan ProResensi?
Love you all, it is great to know all of you:)
salam cinta buku,
Lia

