Archive for the ‘Notes’ Category
Jadi begini ceritanya… :)
Tahun 2006. Bos saya menelepon dan bilang, “Lia, kamu ada usulan acara baru untuk program radio kita? Coba bikin proposalnya, siapa tahu sesuai dan bisa kita wujudkan.”
“Saya punya program yang ingin saya wujudkan segera sih, Pak. Kebetulan banget Bapak tanya. Saya kasih ke Bapak, proposalnya besok ya.”
Lalu esok harinya setelah percakapan itu terjadi, saya mengirimkan proposal program acara radio yang ingin saya bawakan di Hari Minggu. Acara ngobrolin buku, music dan film. Membahas ketiga materi tersebut, dalam konteks sudah menikmati dan kemudian mendiskusikannya. Mengapa saya mengusulkan acara itu ada di radio? Sebenarnya alasannya sangat dangkal. Karena saya suka membaca dan menonton film. Lalu musik? Tak pernah bisa lepas dari buku dan film juga, bukan?
Alasan berikutnya adalah karena saya ingin punya kesempatan berkenalan dan membahas lebih dalam tentang buku atau film yang saya nikmati, dengan orang yang terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Saya ingin mereka jadi teman ngobrol saya untuk membahas karya mereka. Dan salah satu caranya untuk bisa bertemu dan mengundang mereka “bicara” dengan saya adalah dengan mengundang mereka menjadi tamu di program acara yang saya punya.
Alasan lain yang tak kalah klisenya tetapi saya jadikan juga alasan saat mengusulkan acara ini ke manajemen adalah belum ada (bahkan saat itu belum pernah dengar), ada radio yang memiliki acara review buku, film dan musik secara komprehensif dalam durasi yang cukup panjang. RRI sangat memiliki kemampuan untuk mewujudkan hal tersebut, karena hal itu sejalan dengan visi misinya yaitu berbagi informasi dengan cara yang santai namun mengena, atau dengan kata lain yang lebih resmi adalah menghibur yang mendidik.
Singkat cerita, acara tersebut disetujui oleh manajemen Radio RRI Pro 2 Jakarta. Saya sangat senang. INi acara yang sudah saya impikan sejak lama, bahkan sebelum saya menjadi penyiar di RRI Pro 2 Jakarta.
Setelah semua persiapan selesai, tepat tanggal 7 Mei 2006, acara review buku, film dan music ini mengudara. Waktu itu, masih ada jadwal siaran duet, sehingga untuk program acara ini saya dipasangkan dengan Yudi Ismail, teman siaran saya yang juga punya minat sama.
Sunday Review.
Itu nama pertama yang akhirnya dipakai untuk menamai program acara tersebut. Kalau saya tidak salah ingat, di edisi-edisi awal siaran, buku yang kami bahas salah satunya adalah Filosofi Kopi-nya Dewi ‘Dee’ Lestari.
Setelah sekian lama mengudara, acara ini terus berkembang. Materinya menjadi banyak dan waktu siaran yang diberikan menjadi kurang. Lalu kami kemudian memutuskan, acara ini harus dibagi menjadi dua yaitu musik + buku dan film.
Saya tetap siaran di Sunday Review, Yudi memegang acara filmnya yang kemudian diberi nama Movie Corner.
Dalam perjalanannya, Sunday Review kemudian berubah menjadi ProResensi, karena saat itu ada pertimbangan di manajemen bahwa kita harus menggunakan judul acara berbahasa Indonesia.
Senang mengasuh dan membesarkan acara ini dengan segala cerita dan drama di dalamnya.
Lama-lama, buku yang tadinya harus susah payah saya cari ke toko buku bila saya ingin mencari bahan siaran, sekarang saya sudah bersahabat baik dengan banyak rekan penerbit yang kemudian membantu saya untuk memenuhi konten siarannya.
Senang. Jadi lebih menikmati dan lebih sayang.
Karena acaranya yang sudah semakin berkembang. Jadwal siaran yang bertambah, dari 2 jam menjadi 3 jam. Buku yang dibahas semakin banyak. Ada ProResensi Ramadan yang disiarkan tiap hari dan menyita waktu untuk persiapannya. Maka saya mencari partner untuk mengurus kegiatan ini.
Tuhan baik dan rasanya memudahkan saya untuk mengerjakan segala hal untuk program ini. Saya kemudian bertemu Diza, Vira, dan akhirnya sampai sekarang mas Jimmy, yang mau membantu saya menjalani mimpi saya ini.
ProResensi baru saja pindah. Kami sekarang “boyongan” ke RRI Pro 1 Jakarta, dan “berganti baju” menjadi Ruang Literasi. Sekarang, jadwal siarannya adalah Hari Sabtu, jam 15.30 – 19.00 WIB.
Tidak terasa, sudah 6 tahun umurnya. Sudah besar dan sudah bisa banyak bicara dia sekarang. Saya berharap, tetap diberi kekuatan dan kemudahan untuk mengasuhnya. Saya mencintai acara ini sangat J
Banyak tangan, banyak pihak dari berbagai kalangan, yang menemani saya dan memberikan dukungan pada saya untuk menjaga acara ini. Teman-teman penerbit, komunitas, penulis, editor, penerjemah, designer dan banyak pihak lagi yang sangat baik hati. Terima kasih ya untuk semua… Saya sangat berutang budi pada kalian…
Ingin sebenarnya saya bercerita banyak hal seru dibalik kegiatan bersama acara ini. Tapi rasanya untuk waktu yang singkat ini, saya hanya punya kesempatan untuk menulis sedikit. Lain kali, satu persatu pengalaman menyenangkannya, akan saya bagi di sini.
Happy Birthday, my baby… Baik-baik disampingku, ya
*catatan : Buat Mas Jimmy, terima kasih tak terhingga karena sudah mau berbuat dan berkorban banyak untuk acara ini. Tak pernah tahu bagaimana cara membalasnya.
Apa Rasa Bulan Mei di ProResensi?
Wuah, bulan Mei nya sudah habis! Tak terasa memang…
Bulan Mei selalu menjadi bulan yang sangat, apa ya? bisa dibilang sangat mengharukan buat saya, karena di bulan Mei ini kali pertama, di tahun 2006, ProResensi mengudara. Waktu itu berbekal konsep yang saya susun, akhirnya permohonan saya untuk membuat sebuah acara review buku-musik-film di radio disetujui oleh manajemen.
Di awal kemunculannya, acara ini bernama Sunday Review, dengan saya dan Yudi Ismail sebagai hostnya. Kemudian karena ada perubahan kebijaksanaan dan keharusan memakai bahasa Indonesia sebagai judul acara, saya memberi nama acara ini menjadi ProResensi, yang terus dipakai sampai sekarang.
Bulan Mei juga selalu menjadi bulan pengingat buat kami, tim redaksi di ProResensi, bahwa perjalanan sudah tambah jauh dan itu artinya kami harus melakukan refleksi dan penyempurnaan-penyempurnaan menuju kualitas yang semakin baik.
Kami, tim redaksi ProResensi di saat penting seperti ini juga ingin mengucap syukur yang sebanyak-banyaknya, karena kami diberi karunia dan pengalaman sampai di sini.
Tak terasa kami sudah 4 tahun…
membuka ratusan buku,
ngobrol dengan banyak teman baru,
mendapat banyak ilmu seru,
bersama anda…
ya, bersama anda…
Semua tak mungkin ada tanpa anda…
Anda yang bekerja di dunia penerbitan dan memberikan informasi buku-buku menarik yang bisa kami buka.
Anda yang menjadi penulis, editor, ilustrator dan semua tim yang ada di balik buku dan materi literasi lainnya, yang selalu bersedia meluangkan waktu liburan di hari Minggu, untuk datang ke studio kami dan ngobrol seru bersama kami.
Anda, anggota dan pengurus komunitas yang juga bersedia susah payah membangun topik dan kegiatan bersama kami.
dan
Anda pendengar setia acara ini yang selalu memberikan jawaban kuis, komentar, pertanyaan dan saran yang menyenangkan.
Keberadaan anda di samping kami membuat kami selalu bersemangat untuk membuat acara ini lebih baik dan lebih baik lagi.
Jadi, terima kasih untuk segala dukungan dan bantuan selama ini untuk ProResensi. Doakan kami agar bisa memberikan yang terbaik untuk anda dan perkembangan dunia literasi di Indonesia.
Mimpi saya dan mimpi tim ProResensi adalah kita bisa membuat acara off air bersama, ProResensi bisa mengudara dengan jangkauan yang lebih luas, dan bisa memberikan manfaat yang menyenangkan untuk anda serta orang-orang yang anda sayangi.
Amien.
Salam cinta buku,
Lia Achmadi
lia.achmadi@gmail.com
Cat:
ssst… kelupaan mau bilang, mulai bulan Mei ini kita punya segmen baru lho, namanya #asyikberbahasa bersama Ivan Lanin dan #bukawikipedia bersama teman-teman wikipediawan. Selamat mengikuti ya… J
Good or Bad, I Need All of You… :)
Ketika orang bertanya, apa sebenarnya kenikmatan membawakan acara ProResensi, jawaban saya pasti banyak.
Pertama, saya suka membaca, jadi tentu saja saya menikmati bacaan-bacaan saya yang beragam di ProResensi setiap minggunya.
Kedua, saya menikmati waktu-waktu untuk mempelajari banyak hal baru, dari buku-buku yang saya baca (plus kadang-kadang musik baru yang saya dengar).
Ketiga, tentu saja saya memiliki banyak teman baru (plus teman lama yang memiliki informasi baru) yang dari mereka, saya bisa mendapatkan banyak cerita dan informasi.
Keempat, saya jadi punya kesempatan untuk me-recharge isi kepala saya dengan semangat dan ide-ide baru.
Masih banyak lagi sih, kenikmatan yang saya miliki dan pastinya anda akan bosan membacanya bila saya sebutkan satu persatu. Jadi bicara soal kenikmatan, saya putuskan berhenti sampai disini.
Tetapi diantara semua kenikmatan yang ada itu, apakah ada hal yang tidak menyenangkan? Hmm, yang ini lebih sulit untuk menjawabnya. Tidak menyenangkan mungkin tidak, tetapi sedikit terasa tidak nyaman mungkin iya. Hanya sedikit saja kok, tidak sebanyak kenyamanannya.
Salah satu hal yang sedikit tidak menyenangkan adalah apabila ada nara sumber yang bertanya kepada saya apakah ada honor yang dia bisa dapatkan karena sudah datang ke studio dan ikutan siaran ProResensi. Haduh, harus jawab apa ya saya? he he he… saya jadi nggak enak… Takut salah dimengerti plus takut bikin tersinggung. He he ada saran juga kah bagaimana cara menjawab yang terbaik bila ada pertanyaan ini?
Tetapi begini kira-kira jawaban saya. Untuk siapapun yang kebetulan membaca catatan saya ini, semoga saja maklum dan berkenan akan jawaban saya. Kami tidak memiliki tradisi untuk memberi honor kepada nara sumber, karena radio ini termasuk radio publik, jadi memberikan atau berbagi informasi adalah bagian dari partisipasi kita semua. Kami memberikan ruang kepada semua nara sumber untuk bisa menyampaikan pendapatnya, agar pendapatnya atau juga aspirasinya bisa didengar oleh khalayak pendengar kami, jadi menurut hemat kami, kami menyediakan ruang untuk berbagi aspirasi, kami tawarkan untuk dipergunakan, bila bersedia. Bila tidak pun, kami pasti tidak akan memaksa. Pfffhh… begitulah kira-kira teman-teman.
Satu hal lagi yang terkadang membuat saya dan tim agak kesulitan untuk membuatnya menjadi enak bagi semua pihak adalah apabila nara sumber datang terlambat dari jadwal yang sudah disepakati. Seperti teman-teman atau pendengar ProResensi tahu, di acara ProResensi setiap jamnya sudah ada nara sumber terjadwal yang dipersiapkan dari jauh-jauh hari dengan jadwal yang cukup padat atau ketat. Jadi, apabila ada nara sumber yang terlambat, kemudian minta jadwalnya dimundurkan atau dipanjangkan ke jam berikutnya, dengan berat hati jawabannya adalah tidak mungkin. Kalau mundur satu, pasti akan berakibat ke jadwal tamu berikutnya. Sedangkan jam siarnya hanya sampai jam 6 sore. Huhu, saya pernah menerima dampratan dari nara sumber gara-gara tak bersedia memperpanjang jadwal dia karena katanya terlambat akibat yang tak terduga. Yah, gimana dong, saya tak bisa banyak menolong untuk hal ini.
Ok, mari kita lupakan gambaran peristiwa-peristiwa tak nyaman itu dan saya akan mengajak anda mengingat buku-buku apa saja yang menyenangkan buat saya sepanjang bulan April 2010.
Ada beberapa novel yang saya suka isinya, Bulan Lebam di Tepian Toba milik Sihar Ramses Simatupang, Entrok-nya mbak Okky Madasari dan The Infamous-nya Silvia Arnie termasuk diantaranya.
Saya juga sangat suka dengan gaya mas Rio Haminoto yang menuliskan cerita Catatan si Boy dengan style anak 80-an yang pas itu. Kereeeennnn….!!!
Bulan ini akhirnya kesampaian juga ngobrol sama Yoris yang selalu kreatif itu sambil membuka buku barunya dia Oh My Goodness, buku pintar seorang Creative Junkies. Dari hasil ngobrol bareng Yoris, saya juga mendapatkan tambahan semangat dan ide baru untuk bisa melakukan banyak hal.
Mas Heru Susetyo dengan ceritanya tentang berbagai pengalaman melakukan perjalanan ke berbagai tempat di dunia dengan gaya yang berbeda (seperti yang ditulisnya dalam The Journal of a Muslim Traveler) membuat saya juga jadi ingin membuat rencana perjalanan saya sendiri dengan gaya yang tak biasa.
Mas Ekky Imanjaya juga. Kalau dulu pernah menjadi teman ngobrol yang asik untuk materi diskusi tentang Film Iran, kali ini mas Ekky membuka wawasan saya dan pendengar ProResensi dengan diskusi soal buku Jus Musiknya, yang memaparkan hubungan musik dan umat muslim. Mantab kan?
Buku-buku lainnya juga memberikan informasi dan pengalaman membaca yang berbeda, walaupun saya tak bisa sebutkan satu persatu.
yeah, semua obrolan di ProResensi selalu membuat saya punya banyak keinginan baru. Ingin jalan-jalan, ingin bisa jadi orang yang selalu kreatif, ingin bisa main musik, ingin bisa menulis buku juga, he he he. Jadi, adakah keinginan terpendam anda yang kemudian muncul gara-gara mendengarkan ProResensi?
Love you all, it is great to know all of you:)
salam cinta buku,
Lia
Yuk ikutan kami pindah-pindah:)
Hehe, demi memuaskan semua pihak, sekarang kami ada disini dengan segala pembaruan. Jadi, selamat bergabung dengan ProResensi ya… semoga kita bisa selalu berteman dengan manis dan menyenangkan:)
Cheers,
Tim ProResensi


